Detail Berita

Ngopi Bareng: Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan Kota Semarang

Pada Senin, 11 Agustus 2025, Dinas Pendidikan Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Ngopi Bareng dengan tema “Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan” bertempat di Kurnia Seafood Semarang. Kegiatan ini merupakan wadah Ngobrol Penting Bersama Stakeholder Pendidikan Semarang yang menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, DPRD, psikolog, hingga organisasi masyarakat untuk berdiskusi tentang penanganan dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Acara diawali dengan sambutan dan paparan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang menegaskan pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan secara tepat agar tercipta generasi cerdas dan berkarakter. Beliau juga menekankan tindak lanjut atas peraturan yang berlaku, termasuk pembentukan satgas penanganan kekerasan anak di satuan pendidikan, serta peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang wajib melakukan evaluasi secara bertanggung jawab.

Diskusi berlanjut dengan penyampaian materi dari Kasatbinmas Polrestabes Semarang, perwakilan KP2KKN Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kota Semarang, Tim Percepatan, serta himpunan psikolog. Isu-isu yang diangkat meliputi bullying, penyalahgunaan media sosial, tawuran, hingga perlunya SOP yang jelas dalam menangani kasus kekerasan di sekolah. Seluruh narasumber menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif melalui edukasi, pembinaan karakter, serta komunikasi yang intens antara sekolah, orang tua, dan anak.

Selain paparan, tanggapan dari berbagai pihak juga mengemuka, mulai dari pentingnya parenting untuk orang tua, pelatihan khusus bagi guru, hingga perlunya regulasi tegas terkait penanganan kasus. Peran media juga mendapat perhatian, dengan ajakan agar publikasi lebih mengedepankan berita positif sehingga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak. Berbagai pihak sepakat bahwa kekerasan pada anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen lintas sektor.

Melalui kegiatan Ngopi Bareng ini, Dinas Pendidikan Kota Semarang bersama stakeholder berharap dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Upaya konkret seperti penguatan regulasi, pembentukan satgas, program parenting, hingga edukasi kepada warga sekolah menjadi langkah penting untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter, percaya diri, dan berdaya saing.