Detail Berita
Silabus Mulok PAUD Jilid IV Disdik Kota Semarang, Kempho Antaka : Dongeng Itu Mengandung Pendidikan
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota
Semarang mengadakan forum group discussion (FGD) bertema Silabus Muatan Lokal
(Mulok) PAUD Jilid IV, bersama para Stakeholder pendidikan se Kota Semarang.
Berlangsung di TK Tunas Harum
Bangsa Kota Semarang, Rabu (7/8) pagi. FGD Mulok Jilid IV menjadi program kerja berkelanjutan bidang
pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kota Semarang.
Hadir narasumber inti FGD,
praktisi dongeng cerita, Kempho Antaka, peserta, tamu undangan terkait antara
lain, Sekretaris Dinas Arpus Kota Semarang, Muhammad Ahsan, hingga perwakilan
organisasi pendidikan, perguruan tinggi se Kota Semarang.
Adapula narasumber lain, yakni
Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG), Ismuwati, Duta Literasi Jawa Tengah,
Christina Tri Suprihani, serta Juara II Nasional mendongeng, Warsiyah.
Dalam materinya, Kempho Antaka
menceritakan dongeng sejarah cerita asli asal mula Kota Semarang. Diharapkan
kemunculan cerita daerah dapat mendukung
capaian pembelajaran anak usia dini.
"Dongeng itu penting sekali
dibudayakan pada anak usia dini. Selain mengandung pendidikan, anak mendapat
nilai agama, budi pekerti, jati diri, hingga dasar-dasar literasi," urai
Kempho Antaka, pada kegiatan FGD.
Memasukkan pendidikan cerita
fiksi sejarah, sambung Kempho Antaka, memiliki tujuan agar anak lebih mengenal
atau cinta akan kota kelahiran, hingga bagian pembelajaran P5 "Aku Sayang
Bumi".
Sementara pada kesempatan
sambutan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menekankan
kegiatan FGD sebagai contoh optimalisasi pembinaan pendidikan anak usia dini
melalui Mulok.
Ia memastikan, pembinaan
pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang juga merupakan salah satu
fokus penanganan pemerintah Kota Semarang kedepan.
"Pemerintah Kota Semarang
dalam hal ini Disdik berharap, kedepannya menghasilkan karakter anak-anak punya
kualitas pendidikan, hingga budaya yang baik," jelas Bambang Pramusinto.
Di sela kegiatan, Kepala bidang
pembinaan PAUD dan PNF, Ratih Herawati mengemukakan, FGD Muatan Lokal (Mulok)
jilid IV adalah keberlanjutan sosialisasi pembinaan melalui pengenalan ke
Indonesiaan kepada anak usia dini.
"Pengenalan Mulok ini,
kelanjutan dari program kerja kami dalam mengenalkan, menanam pendidikan
karakter kepada anak. Agar anak memahami arti kecintaan budayanya di
Indonesia," pungkas Ratih.
Selanjutnya, Ratih menerangkan
program Mulok Disdik Kota Semarang secara berkelanjutan akan dilaksanakan
hingga tahun 2025. Ada 6 (enam) jilid Mulok menjadi fokus pembinaan karakter
anak usia dini.
Ditambahkan, Sub Kurikulum
Pembinaan PAUD dan PNF, Rifki Nugroho bahwa Mulok termasuk salah satu pedoman
teknis dari peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.79 tahun 2014.
"Peraturan mengenai petunjuk
teknis Muatan Lokal Kurikulum tahun 2013 ini, menjadi Program Kerja Bidang
Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Semarang Tahun 2024," imbuh
Rifki Nugroho.
Materi FGD Mulok, juga menyajikan
legenda cerita dongeng. Dengan memberikan masukan pendidikan sejarah Kota
Semarang di antaranya, legenda gunung brintik, asal usul goa kreo, serta mitos
lemah gempal.